Wakil Bupati Lombok Tengah, Nursiah mengikuti serangkaian acara dalam prosesi tradisi Bettulak, Desa Lendang Ara, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah yang digelar pada Selasa (28/6/2023) malam.

Tradisi yang dilaksanakan untuk menghindari wabah penyakit ini, memiliki berbagai tahapan prosesi.

Dimana prosesi pertama dilaksanakan di masjid, dengan melakukan sarakal atau berdo’a bersama seluruh lapisan masyarakat, tokoh adat serta tokoh agama.

Setelah itu, barulah masuk ke acara inti, yakni tradisi Bettulak itu sendiri, dengan cara mengelilingi empat pintu masuk atau perbatasan dari Desa Lendang Ara.

Terlihat, Wakil Bupati pun ikut serta bersama rombongan arak-arakan untuk menuju empat titik lokasi tempat pelaksanaan tradisi Bettulak ini.

Pada kesempatan itu, ia pun begitu mengapresiasi pelaksaan tradisi Bettulak Desa Lendang Ara tersebut.

Dimana bagi Nursiah, Bettulak ini merupakan tradisi yang sangat konteks dengan nilai-nilai agama.

“Setelah saya mengikuti tradisi Bettulak ini sejak awal, saya menyimpulkan bahwa acara ini kaitannya dengan berdo’a kepada Allah Tuhan yang maha esa. Dengan tujuan, agar tidak sampai masuknya penyakit yang berbahaya,” ungkap Nursiah.

Menurutnya, tradisi Bettulak ini meruapakan budaya yang sangat menarik dan harus tetap terjaga dari generasi kegenerasi yang akan datang.

“Sehingga kita berharap event ini dapat terus diselenggarakan dan Desa Lendang Ara kedepan, dapat menjadi desa wisata yang semakin berkembang di wilayah utara,” harap Nursiah.

Sementara itu, Ayunan selaku Kepala Desa Lendang Ara mengungkapkan bahwa, tradisi Bettulak ini baru dapat dilaksanakan lagi sejak 50 tahun silam.

“Menurut para tetua kami, diperkirakan Bettulak ini dilaksanakan sekitar tahun 1971,” ungkapnya.

“Sehingga kami mengucapkan terimakasih kepada para orang tua kami yang telah membimning dan mengenalkan kembali tradisi ini, dan kami berkomitmen tradisi Bettulak akan terus kami selenggarakan dan pertahankan ditahun-tahun selanjutnya,”¬†tandas¬†Ayunan.

Galeri Foto :