Lombok dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid, dan Lombok Tengah menjadi salah satu daerah yang menyimpan banyak jejak penyebaran Islam di Pulau Lombok. Selain memiliki pantai-pantai yang indah dan desa-desa wisata yang memikat, kabupaten ini juga menawarkan beragam destinasi wisata religi yang sarat nilai sejarah, budaya, dan spiritual. Dari makam para tokoh penyebar Islam hingga masjid kuno yang telah berdiri selama ratusan tahun, setiap tempat menyimpan kisah yang menjadi bagian penting dari perjalanan peradaban masyarakat Sasak.
1. Makam Wali Nyatoq
Salah satu destinasi wisata religi paling terkenal di Lombok Tengah adalah Makam Wali Nyatoq yang berada di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut. Tokoh yang dimakamkan di tempat ini dipercaya sebagai salah satu ulama yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di wilayah Lombok Tengah. Berada di atas sebuah bukit kecil, kawasan makam menawarkan suasana yang tenang sekaligus panorama alam yang indah. Selain menjadi tujuan ziarah, lokasi ini juga sering dikunjungi wisatawan yang ingin mengenal sejarah perkembangan Islam di Pulau Lombok.
2. Masjid Kuno Rembitan
Tidak jauh dari Desa Adat Sade dan Makam Wali Nyatoq berdiri Masjid Kuno Rembitan, salah satu masjid bersejarah yang menjadi saksi awal perkembangan Islam di Lombok. Bangunannya masih mempertahankan arsitektur tradisional Sasak dengan material alami seperti kayu, bambu, dan atap alang-alang. Keunikan arsitektur serta nilai sejarahnya menjadikan masjid ini sebagai salah satu cagar budaya yang penting di Lombok Tengah.
3. Masjid Kuno Gunung Pujut
Di kawasan Kecamatan Pujut juga terdapat Masjid Kuno Gunung Pujut yang diperkirakan berasal dari masa awal penyebaran Islam di Lombok. Masjid ini memiliki bentuk yang sederhana namun sarat makna, mencerminkan perpaduan budaya lokal Sasak dengan nilai-nilai Islam yang berkembang secara damai pada abad ke-16. Hingga kini, masjid masih digunakan untuk kegiatan keagamaan sekaligus menjadi tujuan wisata sejarah dan religi.
4. Makam Ketak
Berada di Desa Ketak, Kecamatan Praya Barat, Makam Ketak merupakan salah satu situs religi yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Lombok Tengah. Kompleks makam ini menjadi tempat peristirahatan tokoh yang dihormati karena perannya dalam penyebaran ajaran Islam di wilayah setempat. Hingga kini, Makam Ketak masih rutin dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah di Pulau Lombok, terutama pada waktu-waktu tertentu dalam kalender keagamaan.
Selain sebagai tujuan ziarah, Makam Ketak juga menawarkan suasana yang tenang dan asri. Pengunjung dapat merasakan nuansa spiritual sambil mengenal lebih dekat sejarah perkembangan Islam di Lombok Tengah. Bagi wisatawan yang tertarik pada wisata religi dan sejarah, Makam Ketak dapat menjadi salah satu destinasi yang dipadukan dengan kunjungan ke Desa Wisata Penujak, Desa Sukarara, maupun kawasan Mandalika dalam satu jalur perjalanan.
Menjelajahi Spiritualitas Lombok Tengah
Wisata religi di Lombok Tengah bukan hanya tentang berziarah, tetapi juga memahami perjalanan sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang membentuk identitas masyarakat Sasak hingga saat ini. Setiap situs menghadirkan pengalaman yang berbeda, mulai dari arsitektur masjid kuno yang sederhana namun bersejarah hingga makam para tokoh penyebar Islam yang dihormati oleh masyarakat.
Bagi wisatawan yang ingin mengenal Lombok Tengah lebih dalam, mengunjungi destinasi wisata religi dapat menjadi pelengkap perjalanan setelah menjelajahi pantai, desa wisata, dan kawasan Mandalika. Di tempat-tempat inilah tersimpan kisah tentang toleransi, kearifan lokal, dan perjalanan panjang Islam yang tumbuh berdampingan dengan budaya Sasak selama berabad-abad.