LOMBOK TENGAH – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah pada 9–15 Juni 2026 berakhir dengan sukses. Tidak hanya berhasil menjadi tuan rumah penyelenggaraan yang mendapat apresiasi luas, Lombok Tengah juga sukses mempertahankan gelar juara umum yang sebelumnya diraih pada MTQ XXX di Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2024.
Sejak pembukaan hingga penutupan, pelaksanaan MTQ tahun ini mendapat penilaian positif dari berbagai pihak, termasuk para peserta dan pendamping kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di NTB. Banyak pihak menilai penyelenggaraan MTQ di Lombok Tengah telah menghadirkan standar baru dalam pelaksanaan MTQ tingkat provinsi, baik dari sisi teknis, pelayanan peserta, maupun antusiasme masyarakat.
Apresiasi tersebut turut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, saat menutup secara resmi MTQ XXXI NTB pada Senin malam (15/6/2026). Menurutnya, Lombok Tengah berhasil menunjukkan prestasi yang lengkap, yakni sukses sebagai juara umum sekaligus sukses sebagai tuan rumah penyelenggara.
“MTQ NTB tahun ini berlangsung dengan sangat baik. Lombok Tengah tidak hanya keluar sebagai juara umum, tetapi juga menjadi salah satu tuan rumah terbaik dalam sejarah penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi NTB,” ujarnya.
Wakil Gubernur juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, termasuk Dewan Hakim yang dinilai telah menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan penuh tanggung jawab.
Dengan berakhirnya MTQ tingkat provinsi, perhatian kini diarahkan pada persiapan menghadapi MTQ tingkat nasional. Hasil yang diraih para peserta di ajang ini diharapkan menjadi modal penting bagi NTB untuk meraih prestasi yang lebih baik di tingkat nasional.
“Kami berharap para juara yang lahir dari MTQ ini dapat menjadi duta-duta terbaik NTB dan membawa nama daerah harum di tingkat nasional,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan MTQ tidak semata-mata diukur dari capaian prestasi. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan dan pemahaman Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi masa depan.
Senada dengan itu, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri menegaskan bahwa berakhirnya MTQ bukan berarti berakhir pula semangat untuk membumikan Al-Qur’an. Ia berharap semangat yang terbangun selama pelaksanaan MTQ dapat terus dipelihara dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai tuan rumah, Pathul menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat dan elemen daerah yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan MTQ merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat Lombok Tengah.
“Kesuksesan MTQ NTB tahun ini adalah wajah terbaik masyarakat Lombok Tengah. Hampir seluruh elemen masyarakat terlibat, bahkan dukungan juga datang dari berbagai komunitas lintas agama. Ini menunjukkan bahwa MTQ menjadi ruang yang mampu mempererat persatuan dan kebersamaan,” ujarnya.
Dari sisi prestasi, kafilah Lombok Tengah tampil sangat dominan sepanjang kompetisi. Pada babak final berbagai cabang lomba, Lombok Tengah berhasil meloloskan 31 peserta. Dari jumlah tersebut, 13 peserta meraih peringkat terbaik pertama, sementara masing-masing sembilan peserta lainnya berhasil meraih posisi terbaik kedua dan ketiga.
Raihan tersebut mengantarkan Lombok Tengah mengumpulkan total 245 poin dan kembali dinobatkan sebagai juara umum. Posisi kedua ditempati Kabupaten Lombok Timur dengan 177 poin, disusul Kabupaten Lombok Barat di peringkat ketiga dengan 144 poin.
Sementara itu, Kabupaten Sumbawa Barat berada di posisi keempat dengan 144 poin, diikuti Kabupaten Bima dengan 142 poin. Adapun peringkat berikutnya secara berurutan ditempati Kabupaten Sumbawa (102 poin), Kota Mataram (101 poin), Kota Bima (87 poin), Kabupaten Dompu (58 poin), dan Kabupaten Lombok Utara yang mengumpulkan 42 poin.
Pathul menegaskan bahwa tujuan utama MTQ tidak hanya melahirkan generasi yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga generasi yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang paling penting bukan hanya kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi bagaimana nilai-nilainya dapat diwujudkan dalam perilaku dan kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.
Penutupan MTQ XXXI NTB berlangsung meriah dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Puluhan ribu warga memadati kawasan Kantor Bupati Lombok Tengah dan Bencingah Agung Masmirah untuk menyaksikan rangkaian acara penutupan. Kehadiran penyanyi nasional Fatin Shidqia turut menambah semarak suasana, sebelum acara ditutup dengan pertunjukan kembang api yang memukau.