Legenda Puteri Mandalika dan Tradisi Bau Nyale

Paras mempesona Puteri Mandalika. Sumber : Dinas Pariwisata Kab. Lombok Tengah, Lomba Photography 2020

Lombok Tengah – Di daerah selatan Pulau Lombok, terdapat sebuah ritual, yaitu ritual Bau Nyale yang begitu erat kaitannya dengan legenda Puteri Mandalika. 

Konon, sang putri merupakan wanita yang berparas cantik, cerdas, sehingga banyak pangeran yang jatuh hati dan ingin mempersuntingnya.

Hari demi hari, lamaran terhadap sang puteri terus berdatangan dari para pangeran sejumlah kerajaan sasak.

Hanya saja, tidak ada satu pun yang diterima karena sang putri khawatir jika memilih salah satu pangeran maka akan terjadi pertempuran dan tentunya akan menjadi perpecahan di gumi sasak.

Hingga pada suatu hari, Puteri Mandalika mengundang seluruh pangeran yang ingin melamarnya untuk bertemu di sebuah bukit pada tanggal 20 bulan ke-10 (dalam penanggalan kalender suku Sasak).

Tepatnya pada pagi buta sebelum adzan subuh berkumandang.

Sang putri memerintahkan seluruh pangeran untuk hadir bersama dengan  rakyatnya dan menjelaskan maksud mereka dikumpulkan.

“Wahai Ayahanda, Ibunda serta pangeran dan seluruh rakyat  negeri ini yang begitu aku cintai,” kata Puteri Mandalika.

Puteri Mandalika pun dengan berat hati menjelaskan maksud ia mengumpulkan seluruh pangeran tersebut.

“Hari ini telah kutetapkan diriku  untuk kalian semua. Aku tidak dapat memilih satu di antara pangeran-pangeran ini,” ujar Puteri Mandalika.

Dalam pengumuman tersebut, sang puterii menyebutkan niat baik yang ia maksud kepada para hadirin.

“Maka, ini takdir yang harus aku kehendaki untuk menjadi nyale yang nanti dapat kalian nikmati semua,” paparnya.

Bersamaan dengan akhir dari perkataan tersebut, sang puteri  menceburkan dirinya ke laut, kemudian langsung diterjang ombak  dan hilang entah ke mana.

Beberapa saat setelah itu, muncul bintang  kecil yang jumlahnya sangat banyak yang kini oleh masyarakat suku  Sasak dikenal dengan nyale.

Ritual bau nyale saat ini masih terus dilakukan oleh masyarakat Sasak. Kehadiran nyale di pantai selatan  setiap tahun dipercaya sebagai jelmaan dari Puteri Mandalika.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Artikel Terkait