Desa Wisata Gerabah, Penujak, Lombok Tengah

Tak lengkap rasanya jika tidak membahas oleh-oleh atau cindera mata yang ada di Lombok. Tentu, selain pantai yang indah, makanan khas yang pedas, dan bukit-bukit yang berjejer rapi tersebar di beberapa wilayah Lombok. Lombok juga menawarkan oleh-oleh atau cindera mata dengan berbagai macam pilihan. Ada kain tenun, gelang, baju kaos, tas rajut dan tak kalah uniknya ada kerajinan dari tanah liat, yaitu Gerabah dari desa Penujak. Yang bisa dibawa sebagai tanda bahwa teman-teman pernah menginjakkan kaki di Lombok.

Di Lombok bagian selatan, tepatnya di desa Penujak, kec. Praya Barat, Kab. Lombok Tengah terdapat desa Gerabah yang cukup terkenal di wilayah Lombok. Saat mencapai puncaknya, desa wisata Gerabah, Penujak pernah mengirim hasil kerajinan gerabahnya ke mancanegara. Walau tidak sejaya dulu, namun desa wisata gerabah Penujak masih bergeliat merebut pasar dengan aktivitas membuat gerabah.

Bahan dasar pembuatan kerajinan gerabah adalah tanah liat yang sudah di berikan treatment khusus. Dari mulai pengambilannya di daerah perbukitan, lalu penjemuran hingga mulai membuatnya. Setelah bentuk kerajinan gerabah yang diinginkan jadi dengan berbagai macam ukiran, langkah selanjutnya akan dilakukan pembakaran di wadah yang sudah disiapkan dengan tumbukan jerami sebagai bahan pembesar api. Setelah beberapa jam pembakaran, lalu dibiarkan gerabah tersebut sampai tidak panas. Kemudian langkah terkahirnya adalah pemolesan agar lebih halus dan kinclong di seluruh bagian gerabah, lalu siap di pasarkan.

Terlebih lagi desa wisata Gerabah Penujak, letaknya sangat strategis. Hal itu memungkinkan teman-teman akan mudah menemukannya. Kurang lebih 5 km dari Bandara Internasional Lombok, dengan jarak tempuh tak lebih dari 10 menit menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat. Juga sebagai jalur utama dari arah Praya dan Mataram menuju Kawasan Ekonomi Khusus pantai Kuta Mandalika, Pantai Selong Belanak, Pantai Semeti dan pantai-pantai yang ada di daerah Lombok selatan.

Kerajinan Gerabah di desa Penujak tersebar di beberapa dusun. Diantaranya dusun Adong, Tongkek, Kangi, Toro, dan Tenandon. Di dusun Adong, sebelum masuk, teman-teman akan disambut dengan tulisan “Welcome to Penujak Pottery Village Lombok”. Sebagai pusat Kerajinan gerabah di Penujak, kelima dusun itu sangat berdekatan. Jadi hanya butuh beberapa menit saja dengan jalan kaki untuk berpindah dari dusun Adong, Tongkek, dan Kangi. Lain halnya dengan dusun Toro dan Tenandon, butuh waktu beberapa menit dengan kendaraan untuk sampai kesana.

Di beberapa dusun tersebut terdapat Art-Shop, sentral tempat penjualan hasil kerajinan Gerabah yang sudah jadi. Deretan-deretan hasil kerajinan Gerabah akan menghiasi dan memanjakan mata dengan berbagai macam bentuk yang siap jadi oleh-oleh. Ada kerajinan fungsional objek, seperti wajan, kursi, tempat taruh buah, cerek maling teko, asbak, pot bunga, mug, cangkir mini,  dll. Serta non-funsional objek, seperti hiasan dinding, berupa tokek, kura-kura, guci, dan bentuk hiasan dinding lainnya. Harganya cukup bervariasi, dari mulai harga Rp5000 sampai ratusan ribu. Tergantung besarnya, kerumitan bentuknya, dan cara membuatnya. Hal itu bisa mempengaruhi harga jualnya.

Selain itu, pengunjung atau para wisatawan tidak ditarik biaya tiket sepeserpun saat memasuki dusun tempat pembuatan gerabah,malah akan di ajak untuk ikut terlibat dalam membuat kerajinan gerabah. Nilai lebihnya lagi, teman-teman akan diajarkan dan memperaktikkan cara membuat gerabah.

Sebagai tambahan, bila teman-teman butuh penginapan di sekitar desa wisata gerabah Penujak, terdapat villa yang unik dan cantik, villa Arkana Penujak. Dilengkapi dengan kolam renang dengan suasana yang sejuk khas pedesaan karena letaknya di area pematang sawah. Harga menginap permalam sekitar 250 ribu dengan fasilitas lengkap dan nyaman.

Nah, Untuk teman-teman yang akan berkunjung ke pantai di wilayah Lombok Selatan, jangan lupa mampir ke desa wisata gerabah, Penujak, Lombok Tengah ya !

About Author /

Tim Redaksi Go Mandalika adalah tim kerja yang berasal dari pelaku dan pecinta pariwisata di Lombok Tengah.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Start typing and press Enter to search